B. Indonesia

Pertanyaan

buatin fabel dong pliiis cepet y lumayan poinnya

1 Jawaban

  • Di sebuah rumah hiduplah seekor kucing. Kucing tersebut bernama Memeng. Memeng sudah lama tinggal di rumah tersebut. Memeng tinggal di rumah tersebut ketika pemilik rumah menemukan sang kucing di pinggir jalan.

    Setiap hari pekerjaanya tidur di bawah kolong meja. Tubuhnya gemuk dan gerakannya lambat. Si kucing selalu menunggu pemilik rumah makan, lalu ketika pemilik rumah sedang makan si kucing akan bergelayutan di kaki pemilik rumah dengan harapan supaya diberi makanan.
    Komplikasi Pada suatu hari si kucing bermain di hutan belakang rumah, lalu ia bertemu seekor kucing liar bernama Maming. Mereka menjadi teman setelah pertemuan tersebut.

    Pada hari berikutnya kedua kucing tersebut bertemu di tempat yang sama. Mereka bermain bersama, belari beemain kerjar-kejaran. Ketika bermain kejar-kejaran Memeng selalu kalah cepat dari Maming. Maming merasa heran mengapa temannya tersebut sangat lamban dan nafasnya juga ngos-ngosan.

    Pada saat beristirahat setelah bermain Maming menanyakan kepada Memeng tentang gerakanya yang sangat lamban. Memeng menjawab gerakanya yang lambat disebabkan karena dirinya jarang mencari makanan sendiri. Ia hanya mengharapkan makanan pemberian dari pemilik rumah. Tubuhnya pun menjadi tambun dan gerakanya lambat.
    Resolusi Maming menawarkan bantuan kepada Memeng cara agar gerakanya menjadi cepat dan tubuhnya menjadi ramping. Memeng dengan senang hati menerima tawaran tersebut, meskipun ia belum tahu bentuk bantuan yang akan diberikan temannya tersebut.

    Keesokan harinya mereka bermain kejar-kejaran lagi, ketika Memeng berlari dengan lambat Maming sengaja menabrak dari belakang sehingga Memeng jatuh terjerembab mencium tanah. Mememeng marah dan langsung mengejar Maming, Maming menghindar dengan berlari sangat cepat. Kejar-kejaran terjadi berulang-ulang sampai hari menjelang sore. Keduanya kecapaian dan Memeng pulang dengan rasa dongkol dihatinya karena tidak dapat membalas tindakan Maming.

    Pada hari berikutnya mereka berkejar-kejaran lagi seperti biasa. Namun ada perasaan heran dalam hati Memeng. Memeng merasakan gerakannya menjadi lebih cepat dari biasanya, dan sekarang ia bisa menyamai kecepatan lari Maming.

    Pada saat beristirahat Memeng menceritakan perubahan pada dirinya kepada temannya tersebut. Maming hanya bisa tersenyum dan berkata itulah bantuan yang ia maksud. Tanpa disadari oleh Memeng ternyata ia telah belajar bagaimana cara berlari dengan cepat. Dengan gerakanya yang cepat tersebut Memeng dapat mencari makan sendiri dengan menangkap tikus yang ada di rumah.
    Koda Akhirnya Memeng menjadi kucing yang rajin mencari makanan, ia tidak bergantung lagi terhadap belas kasihan pemilik rumah. Pemilik rumah juga merasa senang karena tikus-tikus yang berkeliaran di rumah sekarang tidak tampak lagi.

Pertanyaan Lainnya